Saya seorang mahasiswa disalah satu Universitas Negeri di kota Jember. Universitas Jember atau orang biasa menyebutnya dengan nama UNEJ. Kebetulan saya baru saja masuk dalam golongan mahasiswa berlabel semester tua. Oleh karena itu secara tidak langsung saya dituntut untuk mengerjakan atau paling tidak memikirkan topic tugas akhir. Bahasa kerennya disebut Skripsi.

Berkaitan dengan hal tersebut, topic awal yang saya ambil untuk skripsi yaitu mengenai pengolahan kopi. Untuk meningkatkan mutu atau cita-rasa sebuah kopi, biasanya dalam pengolahannya diberi tambahan bahan-bahan tertentu. Seperti beras, ketan, daging kelapa, jagung, bahkan kacang hijau. Selain itu hal tersebut juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari masing-masing bahan tersebut.

Setiap orang memiliki selera masing-masing soal cita-rasa sebuah kopi. Ada yang suka kopi dengan rasa pahit atau manis, ketika disajikan. Terciptanya cita-rasa sebuah kopi sebagian besar dipengaruhi oleh kadar kafein yang terkandung dalam biji kopi tersebut.

Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid ari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit. Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh.

Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Namun semakin tinggi kadar kafein dalam kopi tersebut maka rasanya akan semakin pahit.

Untuk mengurangi rasa pahit pada kopi dilakukan proses pengurangan kadar kafein yang biasanya disebut dengan proses dekafeinasi.Dekafeinasi atau penghilangan kafein termasuk ke dalam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi. Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit. 

Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh. Kopi terdekafeinasi sering dikonsumsi oleh pecandu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh. Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.

Metil klorida merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pelarut untuk mengambil sari kafein dari kopi. Molekul-molekul kafein terikat dengan molekul-molekul Metilen klorida. Oleh karena itu kafein dalam kopi dapat dikeluarkan dengan menggunakan dua metode. Metode yang pertama adalah metode langsung yaitu kafein dihilangkan dengan merendam bahan-bahan tersebut secara langsung ke dalam metilen klorida.

Sedangkan metode yang kedua menggunakan metode tidak langsung yaitu kafein yang larut dalam air diekstrak atau diambil sarinya dengan merendam bahan-bahan tersebut ke dalam air. Namun selain kafein, juga banyak kandungan kimia lainnya yang ikut terekstrak. Oleh karena itu, dilakukan pengembalian senyawa-senyawa melalui proses reabsorbsi.

Sedangkan dekafeinasi menggunakan etilen asetat prinsip kerjanya penghilangan kafein secara alami karena etil asetat adalah bahan kimia yang diambil dari buah-buahan. Kafein diambil sarinya dengan cara yang sama dengan proses metilen klorida, tetapi etil asetat sebagai pengganti bahan pelarutnya.

Metode yang umum digunakan untuk mengurangi kadar kafein adalah Swiss Water Process. Prinsip kerjan dari metode tersebut yaitu dengan menggunakan uap air panas diharapkan uap tersebut dapat mengekstraksi kafein dari dalam biji kopi.Pengambilan sari kafein dengan air biasanya menggunakan metode tidak langsung  dan tidak menggunakan bahan kimia. 

Setelah kafein dikeluarkan dengan merendamnya di dalam air panas selama beberapa waktu, larutannya dialirkan melalui filter karbon untuk mengeluarkan kafein. Kemudian airnya dikembalikan agar rasa dan minyaknya terserap kembali.Selain itu dalam proses penyangraian kadar kafein dalam kopi juga dapat berkurang karenapenyangraian menyebabkan banyak senyawa kafein yang rusak sehingga kadar kafein di dalam kopi lebih rendah.

Itulah beberapa materi yang sebenarnya ingin saya pakai untuk topic sekripsi. Seperti yang saya tulis diawal bahwasanya dekafeinasi merupakan “topic awal sekripsi” saya. Karena topic tersebut tidak jadi saya gunakan, sebab terhalang biaya dan juga tahap penelitiannya yang panjang.
Sekian cerita tentang kopi dibalik sekripsiku.



Sebelum Setelah